Lepas Dari Liga Inggris, Arshavin “Curhat” Tentang Arsenal

by sherwilling93

Andrei Arshavin

Andrei Arshavin

Andrei Arshavin yang kini tak lagi bersama Arsenal di liga Inggris mengungkapkan betapa besarnya tekanan yang dia hadapi ketika merumput di sana. Secara tak langsung Andrei Arshavin yang kini resmi bergabung bersama Zenit St. Petersburg, curhat tentang betapa membosankan kehidupannya di Arsenal dulu. Meski dulu dibeli oleh tim saingan Liverpool dengan harga yang cukup tinggi, Arshavin menyatakan bahwa tekanan ketika bermain bersama Meriam London itu sungguh besar sekali dia mebuatnya nyaris gila.
Arshavin juga mengungkapkan betapa stress dan tertekan dirinya saat bermain bersama klub sepak bola yang berjuluk the Gunners itu.

Meski mendapatkan kritikan karena dinilai tak mampu memberi kontribusi apa-apa kepada Arsenal meski dibeli dengan harga mahal, Andrei Arshavin mengungkapkan bahwa semua itu bukan 100% salahnya. Dan kini meski bestatus bebas transfer, Andrei Arshavin mengaku lebih bahagia kembali ke klub lamanya di Rusia, Zenit St. Petersburg.

Sebenanrnya sejak memutuskan merumput di liga Inggris dan bergabung bersama Arsenal, banyak pihak yang meragukan kemampuan Arshavin. Bukan karena dirinya tak hebat di lapangan tapi banyak pihak yang meramalkan bahwa amosfir sepakbola Inggris tak cocok untuk gelandang berusia 32 tahun ini. Andrei Arshavin pindah dari Zenit St. Petersburg ke Arsenal tepatnya pada musim 2008/09 silam. Pihak Arsenal mengunggkapkan mereka menggelontorkan dana sebesar 17,5 juta Euro atau sekitar 225,9 miliar Rupiah untuk membeli Arshavin dan memecahkan rekor transfer termahal kala itu.

Arshavin sendiri sempat bermain bagus pada musim pertamanya bersama the Gunners. Dalam 106 kali pertandingan bersama Arsenal, Arshavin dinilai cukup produktif karena mampu mengemas 28 gol. Namun memasuki musim ke empat, performa Andrei Arshavin menurun dengan drastis. Banyak pihak menduga performa Arshavin menurun usai dipinjamkan kembali ke klub lamanya, Zenit St. Petersburg selama satu musim. Akibatnya pada musim 2012/2013 lalu, praktis Andrei Arsahvin hanya diturunkan di 7 pertandingan dan lebih banyak duduk di bangku cadangan. Kepada Sport Express, Sabtu (29/06/2013) Arshavin curhat bahwa duduk di bangku cadangan dalam waktu yang lama selayaknya hukuman yang berat baginya.

Dan kini, Andrei Arshavin telah kembali kepada klub lamanya namun dirinya mengungkapkan tak pernah menyesal meninggalkan Arsenal. “Saya sempat frustrasi harus sering duduk di bangku cadangan. Saat berlatih saya merasa seperti dihukum karena kesempatan untuk bermain di tim utama sangat kecil. Saya merasa bosan dengan situasi tersebut dan hampir saja mengalami depreasi kalau mental saya tidak kuat,” curhat Arshavin pada Sport Express ketika ditanya tentang kepindahan dirinya dari liga Inggris dan Arsenal.